Langsung ke isi

Hari Perhentian

31/08/2008

Selama ini saya selalu menganggap hari libur (termasuk hari Minggu) adalah juga termasuk hari untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda, termasuk hingga saat ini karena teringat janji untuk selalu menilai dan memberi poin serta menampilkannya kepada para pengikut pelajaran saya di sekolah. Namun karena sekarang telah memasuki masa liburan awal Puasa, yang tepatnya dimulai pada tanggal 1 September 2008 dan berakhir pada tanggal 30 september 2008 (mudah-mudahan tidak keliru), maka sepertinya kesibukan tersebut mau tak mau harus dikurangi, terlebih-lebih pada hari Minggu.

Saat di rumah Mertua, saya mendengarkan petuah tentang Hari Perhentian. (Ibr 4 : 1 -13). Ada tertulis demikian:

Sebab itu hendaklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalam, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarkannya. Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan : “Sehingga Aku bersumpah di dalam murka Ku, Mereka takkan masuk ke tempat perhentian Ku.
sekalipun pekerjaan Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas : “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan Nya.” Dab dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian Ku.” Jadi sudah jelasm bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yan g kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu tidak masuk karena ketidaktaatan mereka. Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah kesekian lamanya berfirman dengan perantaraan Daud seperti di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengarkan suaraNya janganlah keraskan hatimu!”
Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan Nya.
Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu.
Sebab firman Allah hidup dan kuat, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan rohm sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada mahlukpun yang tersembunyi di hadapan Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Walaupun tulisan di atas cukup panjang, karena saduran dari Buku Suci. Namun saya berharap bukan saya mengajak anda untuk murtad atau apa pun istilah yang mengaburkan pandangan Anda atas ajaran-ajaran religi yang anda anut dan anda ikuti. Tetapi tulisan ini semakin menguatkan pribadi, bahwa KITA PERLU BERISTIRAHAT PENUH DAN MEMANG BENAR-BENAR BERISTIRAHAT DARI SEGALA PEKERJAAN KITA UNTUK MENYIAPKAN WAKTU DEMI MEMUJI, MENYEMBAH DAN MEMULIAKAN TUHAN SANG PENCIPTA. TIDAK ADA TAWAR-MENAWAR, KARENA SIAPA BERKERAS HATI ITU BERARTI TANDA KEBODOHAN. KEBODOHAN YANG HARUS DIBAYAR DENGAN PERTANGGUNGAN JAWAB DI HARI AKHIR KELAK.

Mari kita sebagai umat Allah yang berhikmat, tidak menyepelekan ajaran ini. Karena ini diperlukan untuk keseimbangan sebagai umat manusia yang beriman dan berakhlak mulia. Hanya bahasa kepada setiap umat yang berbeda-beda.

SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERISTIRAHAT DAN MEMASUKI PERHENTIAN.
BESOK PAGI KITA MULAI LAGI DUNIA BARU DALAM LEMBARAN BARU DENGAN SEMANGAT BARU, TEKAD BARU, TUJUAN BARU YANG LEBIH NYATA DAN LEBIH SIAP DARI HARI KEMARIN.
SEMAKIN BERTUMBUH SETIAP HARI.

180 Komentar
  1. Anastasia Evira XI IA 3 permalink
    05/09/2008 14:50

    hmmm…
    liburan puasa ni enak juga…
    soalnya di Paray jadi ada pasar Ramadhan,,jadi tiap sore saya dibawain oleh2 sama papi saya…
    hehee ( maap ya yang lagi puasa )

    belum lagi kalau udah selesai puasa dan merayakan hari raya…
    hehe…
    asik kan tuh…
    bertamu ke rumah-rumah kerabat…
    sekalian perbaikan gizi…

    hahaa….
    aku suka…

  2. laveana XI IA 1 permalink
    05/09/2008 14:47

    hmmmmhhhhhhhh….

    libur,,??

    kLo mNurut saia libu nTu lekat,,sama bangun ksiangan,,poko na malazzz dieyh terkadang,,,,

    pie kLo ada ma2h di rumah,,,

    gag bKalan issa,,

    pasti mEnye menYe nTu oank,,,,

    hahaha,,(amPun Mam)

  3. BagusXIA3 permalink
    05/09/2008 14:46

    Halo PAK… sya kembali lagi MengKomen Blog Bapak, setelah 4 hari absen.. karena sya dsbukkan oleh kegiatan PERSADA (pesantren ramadhan SMADA)……. dan krna kegiatan trsebut sya tdak bsa menikmati lbur slama 4 hari kemarin……….
    Yah, skarang waktunya untuk menikmati lbur dhari-hari yang tggal sdkit tersisa… Oh ya, kegiatan kta slma lburan ini apa saja pak,? apakah LES msih aktif, APAKAH ada PROYEK lagi atau PErbaikan dari PROYEK yang kemarin, sya bngung sekali… Mhon atas jawabannya….

  4. Anastasia Evira XI IA 3 permalink
    05/09/2008 14:46

    oia,, buat rekan-rekan yang puasa…
    selamat puasa aja ya…
    puasa itu baik,,, apalagi buat yang pengen diet dan bertobat…
    hehee….

    buat yang nggak puasa…
    ayo kita isi liburan ini dengan sesuatu yang seru…
    dan pastinya jangan lupa kerjain tugas…
    terus jangan menggodai yang lagi puasa…
    hehe…

  5. laveana XI IA 1 permalink
    05/09/2008 14:43

    xixixixixixi………..

    hariii minggu,,,

    hari wat istirahat tue pa,,,

    Tuhan qta ajha istirahat,,,,

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.