Langsung ke isi

Catatan Kertas Lecek

12/09/2008

Tulisan terkait :

Lanjutkan isinya ? Bingung !

Saat saya membuka isi tas kerja, saya menemukan secarik tulisan yang belum saya isi di blog personal. Kali ini setelah saya membaca begitu banyak tentang komentar bingung ada yang bertanya. Apakah saya pernah bingung ? Kalo ada tentang apa ?

Secarik kertas ini saat saya masih mengajar di Kelas menetap, kelas XI juga dan kejadiannya juga pada hari Jumat tahun 2007. Bulannya lupa. Nah inilah sarikata tulisan pada kertas lecek tersebut.

Pendapat ini saya tanyakan langsung kepada siswa De-Lamdha pada saat itu yang nilainya jeblok, dan kurang termotivasi serta tak bersemangat saat diajarkan pelajaran Fisika. Ada 8 orang siswa saat itu yang khusus saya investigasi. Mengapa 8 ? Karena dari sekian bulan dari awal pelajaran 8 siswa ini yang paling “memprihatinkan” kondisinya.

Siswa Pertama menyatakan bahwa setiap malam sebelum hari pelajaran Fisika, ia tidak pernah belajar karena memang bukan maunya masuk jurusan ilmu alam namun terpaksa, ya sudah akhirnya dijalani saja sehingga kesempatan adaptasi menjadi kurang sebab tidak memiliki semangat internal atau saya sebut dengan motivasi intrinsik kurang.

Siswa kedua menyatakan walaupun nilai-nilai tes yang diperolehnya kurang bahkan sering mengalami remedi, juga pada mata pelajaran lain. Namun ia tetap optimis, bisa melewati proses belajar di kelas XI pada jurusan ilmu alam ini. Dan akan mengambil pelajaran dari hasil belajar semester 1 sehingga ia memiliki motif intrinsik dan satu lagi motif ekstrinsiknya adalah teman sebangkunya adalah siswa yang rajin belajar kelompok dan mengikuti les pelajaran apa saja. Itulah sebabnya ia termotivasi untuk menjadi siswa yang lebih baik daripada di kelas X.

Siswa Ketiga menyatakan pendapatnya, bahwa ada faktor pendorong lain yakni ketertarikannya masuk jurusan Ilmu Alam sebab guru Fisikanya sama seperti seorang motivator sebab di beberapa kesempatan selalu ada kata-kata atau cerita-cerita yang membangkitkan semangatnya untuk menjadi lebih baik lagi. Walaupun nilai-nilai tes harian fisikanya juga mata pelajaran lain di semester pertama 2007 tersebut rendah bahkan sering mengikuti remedial. Tapi ia tidak patah semangat, terus termotivasi untuk berusaha lebih baik di kesempatan berikutnya. Ia berujar, memang hidup ini adalah hidup untuk berjuang, bukan untuk bersenang-senang.

Siswa keempat menyatakan jawabannya, yakni ia belum terlalu mengenal guru-guru yang mengajarnya di kelas XI. Sehingga ia mencatat ada beberapa kesulitan yang guru konselingnya saja bingung untuk memberi solusi (sebab menurutnya itu baru sebatas wacana, sementara kesulitan ini siswa tersebut yang rasakan). Kesulitannya adalah :

  • takut, karena menghadapi soal yang sulit dan juga pertanyaannya sulit-sulit
  • setelah mendengar cerita kakak kelasnya, bahwa guru yang mengajarnya sekarang adalag guru yang ditakuti sebab serius mengajarnya, tidak ada bercanda pokoknya nyeremin ujar kakak kelasnya tersebut.

Siswa Kelima menyatakan pendapatnya, yaitu adanya kebiasaan yang bisa memacu siswa jika setiap kali pertemuan diakhiri dengan tes atau ulangan, sebab dengan demikian hal tersebut akan menjadi dorongan kuat untuk belajar di rumah, misalnya mulai rajin mengulangi pelajaran yang diterima di kelas. Dan sekali lagi juga masih bergantung dari niat dan keinginan siswa itu sendiri, kalo memang bawaannya pemalas ya tidak bisa diubah juga, namun jika ia memandang bahwa dirinya harus berusaha maju sebab tidak ada orang lain yang akan membantunya jika ia menghadapi kesulitan atau malah takut dipermalukan teman-temannya, maka otomatis ia akan membangun semangat atau motif dari dalam untuk tidak merasa dipermalukan di depan teman-temannya.

Siswa keenam menyatakan pendapatnya, mengapa prestasi belajarnya memprihatinkan, dikarenakan ia masih belum aktif sebab kelasnya sekarang berisi dari siswa yang belum pernah dikenalnya di kelas X sebelumnya, sehingga perlu adaptasi untuk mengenal satu sama lain dan akhirnya ia sungkan untuk meminta bantuan secara maksimal. Karena masih sungkan dan malu-malu.

Siswa ketujuh bercerita tentang kondisi prestasinya yang memprihatinkan dengan keadaanya atau sikap serta gaya belajarnya mengikuti mood atau kehendak perasaan semata. Jika mood-nya bagus, maka ia akan memaksa dirinya untuk mengatur waktu guna belajar bahkan jika perlu memaksa teman lain untuk belajar kelompok atau mengikuti les privat. Namun jika mood-nya jelek, barangkali karena banyak kegiatan, capai, lelah serta ada masalah dengan rekan-rekan pergaulan sehingga ia menjadi malas untuk belajar dan tidak berharap bisa mencapai target. Serta ia cuma berkata, perduli amat, toh kalo remedial remedial tetap naik kelas juga, sebab guru juga manusia ia pasti punya pertimbangan untuk memberi nilai saya cukup.

Siswa kedelapan berkata dengan keadaan belajarnya demikian. Saya hanya bisa belajar dengan kapasitas 25% sebab banyak beban tugas dari mata pelajaran lain, apalagi masuk jurusan Ilmu Alam tidak melulu belajar Fisika saja. Ada mata pelajaran Kimia, Biologi nah subyek-subyek itu juga menjadi beban. Apalagi dalam mata pelajaran tertentu, tidak ada yang membawa mood baik untuk pembelajar, mohonlah kepada guru-guru untuk tidak memberi beban kepada siswa dengan tugas yang banyak bukan hasil yang baik namun beban yang ditumpuk bagi pelajar. Kalau sudah begitu, mana bisa kami mencapai harapan sesuai KKM atau supaya bisa tuntas belajar. Sebab banyak beban dan tugas menumpuk selalu setiap minggu. Namun kalo sudah libur, hal inipun menjadi masalah, sebab akan banyak refreshing sehingga muncul rasa malas yang menumpuk dan akhirnya cenderung melupakan tugas pelajar untuk belajar karena terlena dan lebih menikmati libur.

Cerita 8 siswa ini adalah catatan pinggir yang saya dapatkan setahun yang lalu, di saat pelajaran Fisika menjadi pelajaran yang ditakuti dan semua pembelajar saya di tahun 2007 sulit menerima karena terkejut dengan gaya mengajar Guru Fisika yang berbeda dan tidak pernah ditemui sebelumnya di kelas X. Cerita ini hanyalah cerita pinggiran, tidak perlu disinggung atau menjadi ketersinggungan sebab inilah yang saya gali dari para siswa deLambdha saat mereka bosan dan sepertinya sulit menerima pelajaran yang saya ajarkan.

Setelah pertanyaan tersebut saya rangkum dan saya tulis dalam kertas lecek, semua gaya belajar di semester pertama berubah total. Para siswa menjadi semakin terbuka menyatakan pendapatnya, dan kondisi kelas kami dari IA-1 hingga kelas IA-4 (asia zoners, deLamdha, galaiga, dan fosfaterz) menjadi semakin menyenangkan dan akhirnya para pembelajar saya ini bisa nge-blend dengan guru Fisikanya serta dengan guru sains dan matematika yang semula dikira menyeramkan, eh ternyata menyenangkan juga … dan sekarang semua siswa ia naik kelas ke kelas XII yang saya belum tau kesulitan yang bagaimana yang mereka hadapi.

Sebagai motivasi, saat ini kelas XII Ilmu Alam biar tidak ada guru atau saat menghadapi jam pelajaran kosong, sebagian besar yang menginginkan lulus tahun depan dengan nilai memuaskan malah memacu dirinya dengan mengikuti tutorial oleh rekan sebaya. Dan hal ini dilakukan terus hingga pukul 14.00 siang, apakah setiap hari, hmm sepertinya begitu.

Nah, bagaimana anda wahai rakyat Pizza, G-Exida, Axiaga, El Fosfour, dan Gamma Bunta menyikapi gaya dan cara pendahulu anda tahun lalu. Apakah akan berubah, atau hanya berjanji berubah, atau memang total mengubah paradigma pandang anda terhadap jurusan Ilmu Alam ini dan semua guru yang anda pelajari ilmunya sekarang.

Dari sinilah asal mula belajar ilmu alam, yang jika ditanya gurunya setelah menyelesaikan penjelasan selalu ada kata ….”saya masih BINGUNG”

84 Komentar leave one →
  1. Rina XI IA 2... permalink
    20/09/2008 11:53

    kegagalan adalah awal keberhasilan..
    namun,qlo slalu gagal,itu nmax bukan awal dari keberhasilan,melainkan kesalahan…

  2. 20/09/2008 11:12

    gagal setali tiga biji dengan malas

  3. 20/09/2008 11:08

    ternyata k2 kelas ada juga ych yang “memprihatinkan”…
    semangat yach… kegagalan membuat kita menuju keberhasilan…kalo msih gagal’ coba lagi sampai hasilnya memuaskan batin kita…

  4. tonycz92 permalink
    20/09/2008 11:06

    Menurut saya orang yang berhasil dalam hiduo ini adalah orang yang dapat beradaptasi dengan lingkungan nya serta orang yang terus berpikir bagaimana cara nya agar dia lebih maju dari orang2 disekitarnya !!!

    jadi setiap orang pasti bisa berubah menjadi lebih baik tergantung usaha dan kesempatan yang dia miliki !!

    Asal tidak MALAS !!

    HE HE HE

  5. 19/09/2008 15:37

    semua orang pernah mengalami kegagalan.
    karena ia udah pernah merasakan kegagalan, ia harus berjuang dan tetap semangat agar tidak gagal lagi

  6. mutiaradara permalink
    18/09/2008 15:51

    saat menghadapi hal2 baru setiap org pasti akn berusaha urk beradaptasi,bgtu pula dgn saya pak..
    setiap hari saya selalu brusaha utk merubah kebiasan2 buruk saya utk bisa beradaptasi di jurusan IPA..
    tapi smwx itu memang sgt sulit,tapi saya tdk akan prnh putus asa..slama ada kemauan pasti ada jalan,,

  7. septi9 permalink
    18/09/2008 14:43

    pak berujung pada pertanyaan teman-teman yang biasa saya dengar saat bertanya pada grace,,,”grace,qm makan apaan,ko bisa pinter?”

    nah pertanyaan itu mw saya tujukan ke bapak…
    gimana sih,,menghanguskan rasa malas sm putus asa?gimana juga biar rasa rajinnya kita bisa muncul???

    abz kadang rasa itu sering muncul apalagi sama soal yang gak dimengerti…

    yang penting makan kenyang sekalipun tidak enak, selalu ada tidur siang selama 1 – 1,5 jam dan menjaga mata tetap awas dengan rajin membaca apa saja dan menonton apa saja serta mengembangkan isi pikiran dengan menulis tentang apa saja, termasuk menulis cerita bersambung yang ujungnya tidak pernah tamat

  8. septi9 permalink
    18/09/2008 14:37

    alasan-alasannya,,,,,,

    macam-macam lkalo udah gitu…

    tapi yan saya juga takuti kalo masuk ilmu alam karena kehendak orang tua…nahh….
    sekarang banyak orang tua yang menyarankan anaknya buat msk IA,,,tapi takutnya kondisi anaknya yg gimana…..

    mngkin kalo dy cerdas,gampang menyesuaikan…tapi klao otaknya kaya saya yang gini-gini az kan kasian…..

  9. Anastasia Evira XI IA 3 permalink
    18/09/2008 14:28

    pak, bapak-kan pinter…
    gimana sih pak caranya supaya kita jadi rajin dan nggak malas belajar???
    terus gimana juga caranya supaya cepat menangkap apa yang dipelajari???

    bagi-bagi tipsnya pak…

  10. Anastasia Evira XI IA 3 permalink
    18/09/2008 14:17

    tapi sebaiknya bingung yang tepat itu bingung yang dilanjutkan dengan mencari tau….
    misalnya kemaren saya bingung kenapa akhir-akhir ini saya jadi loyo belajar…
    setelah saya pikir-pikir, saya jadi begitu gara-gara saya nggak ada mood buat belajar…

    susah sih pak memaksakan diri untuk melakukan hal yang kita lagi nggak pengen…
    tapi ada kok cara mengatasinya atau minimal menguranginya…
    yang pertama adalah dari diri kita sendiri, kita harus punya tekad kuat. kembali ke pengalaman saya tadi, akhirnya saya berikrar pada diri saya sendiri, kalau nilai-nilai saya nggak boleh aeanjlok yang sudah-sudah…
    terus pak, hari itu saya langsung cuci muka , minum air dingin, maksudnya supaya saya ‘bangun’ lagi…
    sebenarnya dalam hati tuh,, males sangad…
    tapi mikirin pelajran besok sukses jadi semangat lagi…
    gitu sih saya biasanya…
    soalnya bingung dan malas itu berkaitan, bingung yang malas untuk mencari itu nggak akan ada hasilnya…
    yang masalahnya lagi adalah penyakit malas itu kambuhan…

  11. Anastasia Evira XI IA 3 permalink
    18/09/2008 14:07

    iya ya pak bingung….
    gimana dan kapan ya pak, semua pelajar atau orang yang belajar di dunia ini jadi nggak mengeluarkan kata bingung?
    hmm…
    kayanya sih nggak mungkin….
    soalnya kalau manusia nggak bingung dan nggak penasaran, artinya di dunia ini nggak akan ada juga perkembangan ilmu pengetahuan…

  12. nouvie permalink
    17/09/2008 16:39

    Saya sampai skarang bingung knp bnyk orangtua yg memaksa anaknya masuk jurusan ipa padahal tau minat atau kemampuan anaknya bukan disitu..
    Kan kasian anaknya,kalo mau ortunya aja yg skolah lg..y kan,,

  13. nouvie permalink
    17/09/2008 16:36

    HmM..banyak pandangan ilmu alam itu gampang,tp ternyata ga segampang itu.
    Perjuangan sngat dprlukan utk mencapai hsil yg maksimal..

  14. saiiaizma permalink
    16/09/2008 20:17

    Hmm..
    bgtuu ya crta nyaa..??

    mdh2n kjdian itu tak trulang lgi pda angkatan kmi pa..

    Tpi sbnar nya kmi itu trkdang hnya krang prcya dri untuk mnyampai kan pmikiran kmi..
    Setau sya sprti itu..

    Tpi kmi akan brsha untuk sllu maju dan mghlngkan rsa krang prcya dri itu..

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.