Langsung ke isi

Jigsaw = Fraksi + Komisi + Paripurna

10/10/2008

Jumat merupakan hari baru para calon-calon senator untuk masuk di ruang F1. Mulai dari rombongan piazzae yang belajar fisika gerak melingkar menggunakan metode Kelompok Investigasi (STAD-GI) dan kemudian rombongan axiaga yang baru saja pulang berlari-lari dan nyaris kecapean lagi seperti bulan lalu juga kebagian menerapkan metode jigsaw yang kemudian saya sebut sebagai sidang fraksi, sidang komisi, dan sidang paripurna (mirip dengan sidang dewan ya ?)

Saya berharap metode ini bisa diterapkan pada rombongan El Fosfore pada hari Sabtu besok, dan grup 2 gexida pada hari Selasa.

Singkatnya petunjuk pelaksanaan metodenya sebagai berikut :

  • Fase 1 : para siswa dikelompok ke dalam kelompok fraksi yang masing-masing ditugaskan membaca bahan sidang komisi. Ada empat komisi yang tersedia yakni komisi A, Komisi B, hingga komisi D. Kemudian selama 10 menit, masing-masing anggota mempelajari sebagaimana bahan yang diberikan kepadanya.
  • Fase 2 : para siswa kemudian berkumpul dalam kelompok komisi masing-masing sebagaimana yang ditugaskan untuk menemukan esensi materi atau saripati bahan sidang komisi masing-masing untuk nantinya dibahas kembali ke dalam fraksi. Durasi fase ini 15 menit.
  • Fase 3 : selama 20 menit kemudian, anggota komisi tersebut kembali ke fraksi-fraksi yang ada untuk mengajarkan anggota fraksi lainnya yang juga saling mengajarkan bahannya kembali. Disini mulai ada diskusi yang hangat dan seru serta hot … dijamin tidak mengantuk.
  • Fase 4 : sidang paripurna, anggota komisi yang terpilih akan mewakili komisi masing-masing berdasarkan fraksinya untuk menjelaskan saripati materi komisinya di depan kelas. Dan tentunya akan mendapat sanggahan/ pertanyaan atau bahkan bantuan jawaban dari anggota komisi dari fraksi lainnya. Selama fase ini … diharapkan ada diskusi yang hangat dan seru lebih seru dari sidang fraksi.
  • Fase 5 : jika waktu memadai akan diadakan evaluasi berupa soal pilihan ganda untuk mendapatkan umpan balik prestasi belajar senator dalam hal kognitif.

Namun selama fase 1 – 4 berlangsung, Bapak Guru berkeliling untuk mengamati dinamika kelompok setiap senator dan mencatatkan dalam form penilaian afektif. Ada tiga sidang yang diamati yaitu sidang fraksi, sidang komisi, dan sidang paripurna.

Sebagai reward, kelompok yang paling interaktif dinyatakan dalam Super Team, Best Team, dan Good Team, kemudian grup yang paling malas dinyatakan sebagai Dream Team. Dan fraksi yang tidak panas dan tidak dingin dinyatakan sebagai Average Team.

Dalam penilaian perseorangan juga diadakan penilaian yang paling interaktif dan paling “beringas” sehingga berhak mendapatkan penilaian attitude yang baik pula. (Harapan Saya)

Semoga metode ini berguna bagi saudara sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang aktualisasi diri.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.