Langsung ke isi

Insiden Malam Minggu

11/04/2009

Mungkin ini pencobaan yang dialami kami, setelah beberapa minggu mulai menggeluti kembali kegiatan kerohanian selama liburan dan memungkinkan menikmati hidangan rohani sekaligus hidangan makanan hati dan badani.

Setelah siang harinya asyik menerima hujanan tembakan komen dari sana sini termasuk yang bernada positif sampai bernada mengancam, mulai dari pernyataan hingga pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab sendiri.

Jalan-jalan siang sambil menjemput putra ke-1 lalu singgah di warung soto Haji Munsyi Jalan RTA Milono, kemudian melanjutkan kunjungan ke tempat Amang Kacib sekaligus mendapat informasi tentang kegiatan kuliah S2 di UNS Solo dan prospek masa mendatang selulus dari pendidikan itu.

Setelah dipikir-pikir tawaran menarik tersebut, kami sepakat pulang karena sore hari akan berangkat ke makam, melaksanakan ziarah kubur. Semenjak sore hari tak ada tanda-tanda pada diri istri saya hingga tiba di kuburan dan saat melakukan ritual sembayang kubur, perut istri saya tiba-tiba melilit seolah-olah ada ular di dalamnya :cry: … yang kemudian segera kami beranjak ke kendaraan dan tak disangka lagi hujan berkelebat dan petir menyambar-nyambar.

Sekali lagi untung tidak kena hujan, karena sudah aman di dalam mobil. Pada perjalanan pulang, perut ibu menjadi semakin melilit kuat setiba di rumah segeralah toilet sebagai pendudukan pertama diterjang. Kejadian ini berlangsung sebanyak lebih dari 5 kali, terakhir badan ibu menjadi lemas dan saya melihat ada gejala panas serta akan dehidrasi.
Mengingat sekarang malam minggu, dan besok libur – segera saja kami bertindak membawa beliau ke unit gawat darurat untuk diberi tindakan. Sampai di sana ternyata sudah banyak pemudi-pemudi bergelimpangan karena muntah dingin disiram hujan lebat, tak terperi aroma asam bekas pengeluaran isi perut pemudi-pemudi tersebut. Ternyata mereka adalah pengikut pawai lilin kasih yang terkena derita serangan dingin, beberapa di antara pingsan dan ada yang harus dirawat inap.
Saya semakin prihatin dengan keadaan si ibu yang harus juga menderita menahan aroma asam tadi, untunglah Dr. Tagor sang Dokter Jaga bertindak tepat dan memberi solusi terbaik melalui tindakan medik pencegahan.

Setelah melihat kondisi ibu, ternyata tidak perlu harus dirawat inap – sehingga malam ini juga bisa dibawa pulang. Tentunya berbekal obat-obat anti gejala yang menyebabkan ibu lemas. Yang didiagnosa menderita penyakit maag akut.

Akhirnya besok hari si ibu harus beristirahat, memakan obat-obatan, dan kebetulan hujan lebat merendam jalan Tumbang Nusa bagian bawah sampai banjir sehingga kami batal berziarah kuburan ke Kuala Kapuas.

Yah, ini semua rencana Tuhan. Mulai dari tawaran S2 kepada ibu, hujan lebat, masuk rumah sakit, dan akhirnya kami beristirahat di rumah di hari Paskah besok.

Rotasi, siklus, pergantian jadwal kehidupan kadang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Saya bersyukur anak-anak di rumah mengerti keadaan, dan tidak memaksakan kehendak untuk berangkat. Demikian pula saat mengantarkan ibu ke UGD, tidak ada ratap tangis karena mereka berdua melihat ibunya terkulai lemas tak berdaya.
Namun itulah kuasa Tuhan, tidak ada yang mencobai kita sampai melebihi kemampuan. Baik kemampuan fisik dan kemampuan finansial – ternyata cukup untuk menjalankan proses pengobatan dan tindakan atas penyakit insiden tadi. Pelajaran malam ini, untuk mengetahui tubuh meradang, panas atau demam sebaiknya segera siapkan termometer – lebih bagus jika memiliki termometer digital. :D … akhir saya beli juga, harganya lumayan Rp 60 ribu dan dilayani oleh siswa kami dulu angkatan 2005 ternyata … wah Tuhan memang baik ya … tidak hanya Axis :D

Semua indah pada waktunya, seperti lagu Irene dan Delon (yang ternyata sudah bubaran tidak jadi pacaran hehehe ) …

82 Komentar leave one →
  1. run7 permalink
    23/04/2009 16:59

    semoga cepat sembuh ibunya ya pak…
    Sambil Doa Bapa KAmi aja pak biar dijauhkan dari pencobaan

  2. lennyletlora permalink
    17/04/2009 18:22

    wah…
    syukurlah kalau sang ibu tidak sampai dirawat inap pak..
    kalau begitu, semoga sang ibu lekas sembuh pak…
    God Bless..

  3. yuliapadmasari permalink
    17/04/2009 11:08

    Di balik sgala kesusahan yang kita alami pasti akan ada hikmah yang baik….

  4. erainz permalink
    16/04/2009 16:11

    semoga ibu cepet sembuh deh pak,,
    kita lalui sayja dengan hati ikhlas,,
    badai pasti berlalu..

  5. dheFiXI'IA-5 permalink
    16/04/2009 11:49

    wahhh… smoga ibu cpt smbuk pak…
    yaaa… yaaa… rencana Tuhan emang indah pada waktunya….
    jadi kita menanti sajalah sambil berusaha, berharraaappp, dan berdoa kepada-Nya…^^

  6. zevyaugrind permalink
    15/04/2009 19:23

    semoga ibu cepat sembuh pak..

    amin,,

    terus pak,, ada kabar baru..!ada warga axiaga yg terkena ambeyen tadi pak..hihihi

  7. MikE sLyCoOL permalink
    15/04/2009 18:18

    kemaren wktu hari senin pagi jg kami dpt insiden di dlm mobil diperjalanan kami ke bukit rawi pak..ada yg mengeluarkan isi perutnya di dlm mobil krna saking ga thn menahan guncangan di dlm mobil..
    akakakakakakaakk.. ^o^

    untung aj isi perut itu gak mengenai ki di sblhnya..
    hiiiiihhhh… ~,~

  8. MikE sLyCoOL permalink
    15/04/2009 18:14

    oh ya semoga istri bapak tercinta tdk mengalami sakit itu lg pak..tpi mnrut saran saya,jgn melupakan makan agar tdk trjd lg..kan maag krna telat makan..
    eheheheheheheh.. ^^

  9. MikE sLyCoOL permalink
    15/04/2009 18:10

    kadang senang kadang susah..kan timbal balik pak..seperti yang bapak ceritakan kepada kami..dpt 1 tmn siap2 jd dpt 1 musuh,dpt keberuntungan siap2 juga dapat kesialan..yah Tuhan memang adil..
    tapi kadang2 kita manusia merasa tdk puas kepada Tuhan dengan apa yang terjadi di dlm kehidupan kita..yah ki akui banyak kejadia yang ga ki trma yang udh dilakukan Tuhan terhadap ki..tpi mungkin smw ad baiknya dan ada ilhamnya..

    “kita manusia kadang lupa akan kodratnya..kita manusia tak pernah luput dari dosa..” by Mass Romantic – apa ada?

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.