Gila, kabutnya mengasap eh …

kabut asap di Jalan Palangka Raya - Pulang Pisau
Kabut asap yang melanda kota kecil kami yang dikelilingi hutan semak belukar, bukannya berkurang malah semakin menggila. Ini terbukti dengan semakin sulitnya membuka mata dan bernafas lega, sebab asap yang dikirim bukan asap sembarang asap melainkan asap beracun.
Yang menghirupnya serta merta dijamin kelepek-kelepek kalo tanpa masker sebagai penyaring.
Mana panas, hangit, macam-macam racun terbakar.
Apakah perlu kita berjalan sambil membawa tabung gas oksigen cadangan ?
Saya sudah membeli oxycan, tabung oksigen berukuran 500 cc buatan PT Samator IMF
oxycan
, dan memakainya koq sama seperti menyemprot udara ke hidung saja
…
Gambar disamping menurut brosurnya dijual dengan harga $19,95 (atau sekitar Rp 200 ribu) .. untungnya oxycan yang saya beli harganya “hanya” Rp 40 ribu.
Namun itu masih jauh dari berhasil menyelesaikan masalah kabut asap nan pekat saat ini.
Malam-malam yang lalu, pemadam kebakaran saja disibukkan dengan pemadaman kebakaran lahan yang sudah merambah sampai pinggir jalan. berbagai macam organisasi swadaya pemadaman api pun dikerahkan untuk mengatasi bencana olahan ini
Hujan saja sudah enggan untuk turun dan membasahi Bumi Isen Mulang, entah karena tersiksa sebab manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab terus membakar “Petak” mereka karena mentang-mentang sudah bersertifikat ataukah ini bagian dari konspirasi mosi tidak percaya lagi dengan kepemimpinan daerah. Wah keterlaluan ! Bukan dirinya yang punya lahan yang untung, karena lahan bersih tanpa harus repot-repot ditebas tinggal dibilas dengan bensin atau minyak tanah lalu dihamburkan korek api jadilah kebakaran berlarut-larut seperti ini
… merana untuk bumi ! Bumiku menderita !
Akibat sikap dan perilaku masyarakat yang mudarat ini, perekonomian KalTeng yang menggeliat terpaksa tercekat, penerbangan terhambat, transaksi domestik telat sehingga roda perputaran “uang” untuk menghidupi Kalteng lambat laun sekarat !
Hentikan Kebakaran Hutan ! Stop pembakaran Lahan ! Hanya jargon yang tidak dipandang oleh orang-orang ini !
Kita, kami, saya sebagai wong merana dan penikmat udara yang tidak memiliki lahan dan hanya bisa mengamati dan merasakan alam sekitar, hanya bisa pasrah, berdoa, berharap, Tuhan memberikan jalan keluar dengan mengirimkan HUJAN beribu-ribu kali hujan (eh nanti lama-lama, suadara-saudara saya yang di hulu bisa kebanjiran sebab hutan-hutan banyak ditebang dan dikonversi menjadi lahan sawit, tidak ada lagi reservoir alam penampung air ini
…. )… Hujan buatan ? Hah ! Sudah tidak ada lagi yang perduli dengan penderitaan rakyat kalimantan tengah, yang dicap susah ini

rainy day (www.fotomoto.com)
Tim Modifikasi Cuaca sudah pergi karena hanya diberi waktu 20 hari kerja saja, biayanya pun tidak sedikit untuk mengantar mereka bekerja hingga pesawat penabur benih hujan mengalami kerusakan dan hanya bisa berparkir sambil diperbaiki. Ada juga yang mengatakan dengan penaburan butir garam pembentuk benih hujan buatan, mengakibatkan gangguan kesehatan pernafasan .. Buah Simalakama ~ inilah akibatnya ~ Bencana Asap Olahan ~ Bumi Isen Mulang menjadi hazardous land
Hujan, Hujan, Hujan … kapankah kau datang ?
Menaburi deraimu dengan gembira
Membasahi lahan dan tanah kami yang kering dan merana
Mata kami perih, nafas kami sesak, tenggorokan kami kering
Batuk kami bersahut-sahutan akibat kekejaman asap ini
Akankah segera berakhir ?





















apakah orang yang mmbakar hutan itu tidak memikirkan akibatnya..??”shingga kami smwa yang harus merasakannya. seharusnya itu ,bila petugas mnemukan org-org yg sdang mmbakar hutan lngsg saja di proses ke tempat yang berwajib.biar ia kapok,tidak AKAN lge mngulnginya.dan kita akan aman dari asap..jadi sehat dehc..hahaaa..:D
kabut asap oh kabut asap…pasti aja tiap tahun ada kabut asap pak. udaranya jadi kotor dan gak sehat lagi.
katanya kalteng salah satu paru2 dunia yang sangat diharapkan tetap awet, tapi nyatanya tiap tahun terjadii kebakaran hutan
mana kalo udah panas, panasnya ngeri banget pak :0
karena itulah pak Gubernur getol menggolkan REDD+ sebagai bukti keseriusan Kalimantan Tengah sebagai paru-paru dunia
kami sedang melakukan kajian pada pengaruh pemborosan kertas pada kerusakan hutan,,, kasih komen di http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/ ya?? kita tunggu sebuh solusi baru untuh bangsa…
the haze in palangkaraya make my eyes irritation. but it’s allright for now.
yah kabut mang bikin kesal………mata sya selalu paedih walaupun didlm rumah sekalipun………org2 tak bertanggung jawab ini apakah berpikir sblm membakar lahan mereka???? apa mereka memikirkan dampaknha?? smoga tuhan memberikan keindahan setelah keburukan ini…amin.
semoga mudarat itu mendapat balasan yang setimpal,
setidak-tidaknya kita maafkan saja supaya menjadi pahala
bagi orang-orang beriman yang teraniaya matanya akibat
asap ini
pak kabutnya menebal..ckckck…


saya tidak tahu lagi perbedaan siang dan sore.. siang ini benar2 senja..
begitu pula yang akan saya ulas dan tulis di blog saya tentang kebakaran dan kabut asap ini.. atau mungkin “pembakaran” hutan?
karna yg saya lihat sepertinya kemungkinan hutan itu dibakar?
karna kebakarannya hanya pada petak2 atau kapling2 tertentu sementara sebelahnya tidak..*lahh aneh tho…hehe
apa perlu ada ritual tari hulahula atau memanggil si pawang hujan untuk menurunkan hujan di bumi palangkaraya?
dan bagaimana dampak dengan jam masuk sekolah di smada? apakah jam setengah sembilan atau masuk seperti biasa pak?
saya perkirakan kembali ke sekolah dimulai pukul 7.30 atau 8.00 tergantung kesepakatan
dan jika benar keadaan udara sangat berbahaya, pemda bisa saja meliburkan darurat hal ini … dengan konsekuensi belajar mandiri di rumah masing-masing sambil ngaso atau ngasong ya ?
hhehehhhehe… ngaso ae yo pak.. masa libur lagi…
ckckck..
kemarin mata saya merah+iritasi+bengkak.. untung ada insto..!
jadi pak, sedia insto sebelum kabut….
sepertinya belajarnya lebih keras lagi nih krn kabut….. hati pun kemasukan kabut.. gimana tho?