Ide Dasar

2009 November 25


Membuat makalah atau tulisan ilmiah perlu memperhatikan indikator APIK.

APIK merupakan kependekan dari :

A = Apa yang saya tujukan dengan membuat tulisan itu ?

P = Perlukan tulisan itu dibuat ?

I = Ilmiahkah tulisan itu ?

K = Konsistenkah isi tulisan dengan latar belakang penulis ?

Ide dasar yang perlu dikembangkan disini adalah orisinalitas, belum pernah dipublikasi resmi sebelumnya untuk menghindari plagiatisme, dapat dikaitkan keilmiahannya (teruji secara logis, rasional).

Misalnya :
Suatu saat sekelompok siswa setelah mempresentasikan induktansi elektromagnetik (fenomena menciptakan medan listrik dari gerakan mekanik magnet di sekitar kawat atau kumparan) menghasilkan ide resume berupa menghasilkan tegangan 5 volt dari putaran atau rotasi dinamo sepeda ke putaran roda (dapat sepeda motor atau sepeda angin).
Nah, jika digunakan sepeda angin sekitar 90 menit dikayuh dengan kecepatan konstan sekitar 5 km/jam (mirip dengan kecepatan pasukan infantri melakukan gerak jalan berpadu) maka akan dihasilkan pengisian tenaga cadangan telepon seluler sebesar 5 V tadi. Perlu diperhatikan tegangan tersebut berupa tegangan arus searah alias DC (direct current).
Bagaimana jika dibangun sebuah komplek di suatu hutan yang jauh dari pembangkit tenaga listrik konvensional. Komplek dengan tujuan apa yang dapat dibangun ?
Ide orisinil adalah membangun gymnasium yang didalamnya ada tempat fitness sepeda statis sehingga dengan mengayuh sepeda statis selama 1,5 jam akan dihasilkan tenaga listrik dan tentunya kecepatannya di atas 5 km/jam. Berapa banyak sepeda yang diperlukan ?
Orang yang bagaimana yang akan mengayuhnya ? Tentunya adalah orang yang punya tujuan kan .. yaitu berolah raga supaya sehat, terutama untuk menjaga kebugaran atau untuk orang-orang lanjut usia yang dititipkan suatu tempat sebagai bagian dari aktivitas mereka (apa mereka mau ?)
Promosinya lagi … tempat itu sangat eksklusif dengan pengaturan dan manajemen untuk pengelolaan tempat peristirahatan disertai fasilitas-fasilitas seperti mal, wisata air (water boom), wisata kuliner, dan semacamnya. Ditambah fasilitas-fasilitas hiburan seperti sineplex atau tempat hiburan dewasa yang jauh dari operasi razia

Apalagi jika dibangun di lokasi terisolasi seperti daerah perbatasan, dengan promosi yang mumpuni tentu akan membuka keterisolasian daerah ~ sekalian menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan istilah pengentasan kemiskinan. Lahannya dibangun di mana ? di atas lahan tidur atau hutan-hutan yang dibuka ditinggal dari kebun sawit sebab sawit tidak bisa berproduksi lagi ! Nah, itulah tempat ideal untuk ide GILA ini !

Tentu potensi-potensi di daerah perbatasan jika diabaikan bisa merugikan negara, sebab tidak ada yang mengawasi, warga-warga perbatasan semakin tertinggal, bukankah dengan memberdayakan mereka sekaligus dilatih menjadi tenaga terlatih secara kemiliteran bukan dapat menjadi tenaga pengaman hebat yang dapat didoktrin ?

selain menghadapi tenaga-tenaga terlatih yang disusupi, bukankah itu bisa menangkal kerawanan-kerawanan yang ada. Tentunya dengan campur tangan otoritas negara yang kredibel demi mencapai kesejahteraan masyarakat.

 

32 Tanggapan leave one →
  1. 2009 November 30
    fadhlipsicho permalink

    pak,saya udah ngerjain tugas yang membuat 2 cerita itu pak.
    visit my blog ya pak…
    :)

  2. 2009 November 27
    vitrosa permalink

    emm…masuk akal sich pak… :)
    memeng harus ada beberapa aspek yang harus di perhatikan ya pak

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.