Mari Berkorban …

2009 November 27
by pak rudy


Hari ini tepat tanggal 10 dzulhijah 1430 H yang dirayakan rekan-rekan kita dari umat Muslim sebagai hari raya Qurban atau Iedul adha.

Peristiwa ini menggambarkan wahyu yang didapat saat Nabi Ibrahim hendak mengurbankan anaknya Ismail. Dalam arti metafisis yang sulit diterima akal sehat, namun jika direnungkan di kedalaman hati dengan sungguh-sungguh. Manifestasi berqurban atau berkorban dalam bahasa indonesia merupakan sebuah titik tolak dari penerimaan seorang manusia atas perintah Yang Maha Kuasa, yaitu Tuhan Semesta Alam.

Tuhan yang kita percayai sebagai Pencipta, creator of the world, God, Hattala, atau apa saja sebutannya adalah sebuah “zat” yang Maha Mumpuni, Maha Adil, Maha Bertenaga, Maha Energi dan serba Maha .. untuk ukuran immortal atau ukuran manusia. Kita tidak bisa menempatkan serba maha didepan titel atau sebutan kita untuk jenjang-jenjang tertentu di strata kemanusiaan.
Maha disini diartikan bahwa Tuhan-lah sesungguhnya yang patut dipuji dan disembah ! Penyembahan yang benar kepada Tuhan-lah yang membawa kita pada makna pengorbanan. Kepercayaan kesejatian kaum manusia dipertaruhkan dengan penyembahan ini. Akankah muncul sebagaimana 2012 ? ataukah itu dilewatkan saja … ataukah membenarkan New Moon tiba ?

Dalam pengertian penyembahan turut serta pula ritual-ritual penerimaan, keikhlasan, keridhoan, kesukarelaan, dan juga kesukacitaan untuk mengikuti penyembahan itu. Salah satunya ialah memberikan sedekah atau “qurban” kepada fakir miskin – kaum dhuafa – kaum peminta-minta.

Apakah benar pemberian kepada kaum peminta-minta yang sering melakukan itu di lintasan lampu merah, yang berjalan dan bertandang sambil membawa mangkuk wings kosong berwarna biru sambil menengadahkan tangan karena tidak mampu membiayai hidup dan untuk makan semata ? ambil pandangan secara metafisis, pandangan filosofis, dan keikhlasan serta kerelaan.

Apa yang kita korbankan saat memberikan itu ? berkorban karena telah bersusah payah mendapatkan sejumlah uang yang lalu sebagiannya disisihkan kepada kaum peminta-minta ini. Bisa Rp 500, Rp 1000, Rp 5000, atau bisa juga Rp 10 ribu.

Pengorbanan secara kualitatif adalah mengorbankan waktu untuk membaca, menulis, mengisi blog, berkomentar, mengikuti les privat, mengikuti pelatihan keterampilan, mengisi waktu dengan mendengarkan ceramah agama, merefleksikannya dengan membaca kitab suci atau buku-buku pengembangan diri lainnya.  Pengorbanan kualitatif tadi secara kuantitas juga terjadi dengan membengkaknya biaya untuk ke warnet, fotokopi, membeli buku bacaan, menjadi anggota perpustakaan, menjadi anggota klub buku atau klub sains, atau membayar biaya pelatihan/diklat/les/seminar. Itu semua adalah pengorbanan juga … yang pada akhirnya menjadikan kita orang yang ikhlas, rela, tabah, mampu bertahan menempuh hidup ini entah apa itu rintangan, tantangan, bahkan bahayanya.

Seseorang yang profesional baru akan menyandang sebutan itu jika ia mau berkorban terlebih dahulu demi kepentingan dan misi yang diemban dalam profesinya.

Seorang anak muda yang berprofesi sebagai pelajar, tentunya akan profesional jika pekerjaannya adalah belajar. Belajar mengerti, belajar memahami, belajar berpikir, belajar untuk menyelami pikiran gurunya, belajar untuk merenungi nasib dan dirinya saat ini, belajar untuk membayangkan masa depannya sendiri, belajar untuk mengarahkan dirinya menjadi individu yang dicita-citakan di masa mendatang dengan memeriksa serta mempertimbangkan indikator-indikator dan fakta-fakta masa kini.

Masa kini akan berlalu dan digantikan masa mendatang, sudah sejauh mana faktor kekinian, kesiapan di masa sekarang mempengaruhi masa depan. Maka tugas anda perlu mendatangi perpustakaan daerah, ada sebuah buku yang berjudul Peta Masa Depanku di kode katalog 350. Buku seperti ini banyak dan sering disingkat PMD (pendidikan masa depan), peluang masa depan, yang sebagian besar ditujukan kepada para generasi muda saat ini.

Silakan dibaca dahulu baru dikomentari beramai-ramai.

31 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Desember 2
    ihsanulirfan permalink

    sir, please forgive my mistakes if you ever hate or angry with me. because human can’t dodge the mistakes, and all human frequently make mistakes

  2. 2009 November 30
    fadhlipsicho permalink

    pak,jika saya punya salah sama bapak mohon di maafkan…
    karna semua manusia pasti punya kesalahan pada orang lain baiok yang di sengaja maupun tak di sengaja.
    Mohon maaf lahir batin ya pak !

  3. 2009 November 29

    MOhon mav lahir batin ya pak, segala kesalahan dan kehilafan saya tolong di mavkan karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan pak….

    saya juga merasa sedih jika melihat para peminta minta, karena mereka mungkin merasa lapar dan mereka akan merasa tertolong jika kita maw mengorbankan sedikit rezeki kita untuk mereka agar beban mereka sedikit dapat kita ringankan…

    mumpun saya masih muda dan ilmu yg saya punya masih sedikit saya akan belajar dan menimba ilmu sampai titik darah penghabisan, karena ilmu sangat penting untuk di kehidupan mendatang, :)

  4. 2009 November 28
    Ch@_G'TeVen permalink

    Bapak…..
    Mohon maaf lahir batin yya pak….
    Minal aidzin wal faidzin….
    Maaf saya baru bertamu lagi di blog bapak…

  5. 2009 November 28

    Bapak…bappak…
    mOhoN maaF Lhir BatiN jg yahh pakk….
    huu..
    Mup Baru NgCpin soalx Bru buka bLog jg Kmren k’Bjm Bnxk Acra Euy..

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.