Mari Berkorban …
Hari ini tepat tanggal 10 dzulhijah 1430 H yang dirayakan rekan-rekan kita dari umat Muslim sebagai hari raya Qurban atau Iedul adha.
Peristiwa ini menggambarkan wahyu yang didapat saat Nabi Ibrahim hendak mengurbankan anaknya Ismail. Dalam arti metafisis yang sulit diterima akal sehat, namun jika direnungkan di kedalaman hati dengan sungguh-sungguh. Manifestasi berqurban atau berkorban dalam bahasa indonesia merupakan sebuah titik tolak dari penerimaan seorang manusia atas perintah Yang Maha Kuasa, yaitu Tuhan Semesta Alam.
Tuhan yang kita percayai sebagai Pencipta, creator of the world, God, Hattala, atau apa saja sebutannya adalah sebuah “zat” yang Maha Mumpuni, Maha Adil, Maha Bertenaga, Maha Energi dan serba Maha .. untuk ukuran immortal atau ukuran manusia. Kita tidak bisa menempatkan serba maha didepan titel atau sebutan kita untuk jenjang-jenjang tertentu di strata kemanusiaan.
Maha disini diartikan bahwa Tuhan-lah sesungguhnya yang patut dipuji dan disembah ! Penyembahan yang benar kepada Tuhan-lah yang membawa kita pada makna pengorbanan. Kepercayaan kesejatian kaum manusia dipertaruhkan dengan penyembahan ini. Akankah muncul sebagaimana 2012 ? ataukah itu dilewatkan saja … ataukah membenarkan New Moon tiba ?
Dalam pengertian penyembahan turut serta pula ritual-ritual penerimaan, keikhlasan, keridhoan, kesukarelaan, dan juga kesukacitaan untuk mengikuti penyembahan itu. Salah satunya ialah memberikan sedekah atau “qurban” kepada fakir miskin – kaum dhuafa – kaum peminta-minta.
Apakah benar pemberian kepada kaum peminta-minta yang sering melakukan itu di lintasan lampu merah, yang berjalan dan bertandang sambil membawa mangkuk wings kosong berwarna biru sambil menengadahkan tangan karena tidak mampu membiayai hidup dan untuk makan semata ? ambil pandangan secara metafisis, pandangan filosofis, dan keikhlasan serta kerelaan.
Apa yang kita korbankan saat memberikan itu ? berkorban karena telah bersusah payah mendapatkan sejumlah uang yang lalu sebagiannya disisihkan kepada kaum peminta-minta ini. Bisa Rp 500, Rp 1000, Rp 5000, atau bisa juga Rp 10 ribu.
Pengorbanan secara kualitatif adalah mengorbankan waktu untuk membaca, menulis, mengisi blog, berkomentar, mengikuti les privat, mengikuti pelatihan keterampilan, mengisi waktu dengan mendengarkan ceramah agama, merefleksikannya dengan membaca kitab suci atau buku-buku pengembangan diri lainnya. Pengorbanan kualitatif tadi secara kuantitas juga terjadi dengan membengkaknya biaya untuk ke warnet, fotokopi, membeli buku bacaan, menjadi anggota perpustakaan, menjadi anggota klub buku atau klub sains, atau membayar biaya pelatihan/diklat/les/seminar. Itu semua adalah pengorbanan juga … yang pada akhirnya menjadikan kita orang yang ikhlas, rela, tabah, mampu bertahan menempuh hidup ini entah apa itu rintangan, tantangan, bahkan bahayanya.
Seseorang yang profesional baru akan menyandang sebutan itu jika ia mau berkorban terlebih dahulu demi kepentingan dan misi yang diemban dalam profesinya.
Seorang anak muda yang berprofesi sebagai pelajar, tentunya akan profesional jika pekerjaannya adalah belajar. Belajar mengerti, belajar memahami, belajar berpikir, belajar untuk menyelami pikiran gurunya, belajar untuk merenungi nasib dan dirinya saat ini, belajar untuk membayangkan masa depannya sendiri, belajar untuk mengarahkan dirinya menjadi individu yang dicita-citakan di masa mendatang dengan memeriksa serta mempertimbangkan indikator-indikator dan fakta-fakta masa kini.
Masa kini akan berlalu dan digantikan masa mendatang, sudah sejauh mana faktor kekinian, kesiapan di masa sekarang mempengaruhi masa depan. Maka tugas anda perlu mendatangi perpustakaan daerah, ada sebuah buku yang berjudul Peta Masa Depanku di kode katalog 350. Buku seperti ini banyak dan sering disingkat PMD (pendidikan masa depan), peluang masa depan, yang sebagian besar ditujukan kepada para generasi muda saat ini.
Silakan dibaca dahulu baru dikomentari beramai-ramai.




















sir, please forgive my mistakes if you ever hate or angry with me. because human can’t dodge the mistakes, and all human frequently make mistakes
pak,jika saya punya salah sama bapak mohon di maafkan…
karna semua manusia pasti punya kesalahan pada orang lain baiok yang di sengaja maupun tak di sengaja.
Mohon maaf lahir batin ya pak !
MOhon mav lahir batin ya pak, segala kesalahan dan kehilafan saya tolong di mavkan karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan pak….
saya juga merasa sedih jika melihat para peminta minta, karena mereka mungkin merasa lapar dan mereka akan merasa tertolong jika kita maw mengorbankan sedikit rezeki kita untuk mereka agar beban mereka sedikit dapat kita ringankan…
mumpun saya masih muda dan ilmu yg saya punya masih sedikit saya akan belajar dan menimba ilmu sampai titik darah penghabisan, karena ilmu sangat penting untuk di kehidupan mendatang,
Bapak…..
Mohon maaf lahir batin yya pak….
Minal aidzin wal faidzin….
Maaf saya baru bertamu lagi di blog bapak…
Bapak…bappak…
mOhoN maaF Lhir BatiN jg yahh pakk….
huu..
Mup Baru NgCpin soalx Bru buka bLog jg Kmren k’Bjm Bnxk Acra Euy..
mhon maaf lhir n batin yaa pa..,
maaf’n yaa pa apbla sy banyk pny salah baik yg dsngaja ato pun tdk dsngaja.
maaf pa br smpat ngucpin…..
Clo menurut saya…Berkorban itu adalah dimana kita rela dan sepenuh hati ikhlas utk melakukan apapun.Ddlm kehidupan ini jika kita ingin mendapatkan sesuatu yg baik dan bermanfaat kita hrz rela dan ikhlas melakukanx..Apa lgi yg berhubungan dgn keluarga,semua org pzt rela berkorban apa saja demi kebahagiaan keluarganya.Contoh jg seperti d’film 2012 keluarga jackson,sbg bpk jackson sgt menyayangi keluarganya dan dy jg rela berkorban hingga mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan keluarganya d’tengah bencana yg sgt mengerikan.Itvlah sdkit cntoh dmNa d’dlm kehidupan kita pzt ada suatu pengorbanan yg hrz dilakukan utk mencapai suatu kebahagiaan kita hrz rela & ikhlas sepenuh hati krna dblik k’ikhlasan yg kita lakukan pzt ada hikmah yg bz qt ambil…
Trimz..^_^
pa . .
mhon maaf lhir batin ea pa . . . ,,
dan maafin jga smua kesalahan sya yng sengaja ato ga sengaja ,
maap ea pa ,,
ngucapin.a lambat . . .
mienal aidin wal faidzin y pak,,,
klo sya pu.a slh tlg d’mv kn…
mv ru ngcpien skrg y pak. . ,
, bpak slamat idul adha ya
, minal aidzin wal faizin ya
pak
, mav saya telat ngucapin na
, soal na kmrn saya ngryain pak
, jdi bru bs skg buka blog na ..
, bpak gk ad k rmh neh .. hahaha
bapak. .
brhbung nee lgi hri rya..
saya mau minal aidzin ya pak.!
mhon maaf lhir bthin..hhe
pengorbana perlu kita sebagaimana roda kehidupan berjalan.
pemberian kurban kepada kaum fakir miskin adalah tindakan yang perlu sebagaimana kita telah melakukan tugas kita untuk “mengasihi sesama kita”
kesadaran dan keinginan diri sangat kah perlu dalam melakukan ‘kewajiban’ kita sebagai orang-orang yang lebih “beruntung” dibandingkan mereka.
Clo menurut saya..Berkorban itu rela dan sepenuh hati iklas utk melakukan sesuatu.Ddlm hidup jka qta ingin mndptkn sesuatu yg baik & brmanfaat qta hrz rela & ikhlas mlkukanx..Pa lg yg brkaitan dgn keluarga smua org pzt rela berkorban apa sja bwt kbahagiaan kluargax.Cntohx sprt d’flm 2012 kluarga jackson,sbg bpk jackson sgt menyayangi kluargax & dy jg rela berkorban demi mnyelamatkan keluarganya dtngah bncana yg sgt mengerikan…Itlah cntoh dmna ddlm hidup qta pzt ada sesuatu pengorbanan utk mncapai suatu kebahagian qta hruz rela & ikhlas..
Trimz..^_^
Bpk..Sya mw ngcpin minal aidin wal fa idzin mhön maaf lahir & batin.Sya mnta maaf pak jka slma ne sya pnya slah baik yg dsngaja maupun yg tdk dsngja..Trma ksih sblmx ^^
atau ga di “anggia777theday@wordpress.com” atau ga di “anggia777theday”
bpa!!! slahkan liat di blog sya.. klik az di fto sya… hehehe.. kli ini ada isinya… pasti!! klo yg lain mau liat silahkan..
saya tidak bisa memberikan komentar lebih jauh tentang berkorban,karena saya belum melakukan apa yang disebut berkorban. menurut saya,berkorban itu disaat kita sudah siap dan ikhlas untuk memberi atau berkorban sesuatu.
tapi kalau kita saja berkorban berdasar pada imbalan yang ingin kita dapatkan,maka apa yang kita korbankan tidak akan menjadi berkah buat kita sendiri.
itu yang saya rasakan ketika saya ikhlas untuk mengorbankan sesuatu untuk orang lain.
trims………>,<
>kira, lau kamu ikhlas gag lau memberi?
yup2.. ada apa memanggilku? apa aku pernah minta balik ? haha
lebih baik kita menyisihkan sebagian harta kita yg lebih kepada orang” yg kekurangan.
karena sebagian dari harta kita adalah hak milik orang yang tak mampu.
ikhlas lah saat memberi, karena kita akan mendapatkan sesuatu yg lebih apabila kita ikhlas memberi…
^o^b
betul.. semoga komentarnya ini benar-benar dilakukan…..
bukan cuma ditulis..hehe
melakukan tindakan yang nyata
bapak,,
mohon maaf lahir dan batin yahh, apabila saya banyak salah selama ini baik sengaja maupun tak disengaja.
makasii
aku juga minta maaf intan
sya jga stuju sma tman2 yg lain!!! disaat kta mmmpunyai hrta yg brlimpah atau brkecukupan, kta hrus mmbrikan sdikit untuk org yg tdk mmpu!!! mski hnya sdikit,itu sdah phala buat kita!!!! tpi ingat.. kta hrus mmbri dgn ikhlas,dan mnjauhkan pkran kta dri pkran negatif,pkran ngatif disini adalah : disaat kta mmbri dgn tdk ikhlas,mka yg mncul dipikiran kta adalah ” uang tsbt psti akan diblikannya rkok dsbg” sbaiknya jgn,krna mreka itu sma dgn kta,sama2 mnusia!!!!! oke…
buat anggi : manusia sih manusia.. tapi kita beda.. *ngutip kata2 pas drama bahasa kemarin.hehe
gak semuanya berhati ikhlas..
ada juga yg memberi demi maksud tertentu kan? tidak jarang kita lihat di sekitar kita..
. memang seharusnya bagi org yg berkecukupan patut untuk meyisihkan sebagian dari upahnya untuk di berikan pada fakir miskin.
. tapi terkadang, sebagian org hanya ingin mencari popularitas dengan cara seperti yg saya tulis di atas.
. agar dianggap sebagai org yg murah hati dan tidak sombong.
. (lebay banget kayaknya kata2 saya, ya, pak).
yap… tetapi, belakangan ini banyak orang yang memiliki uang “lebih” tidak disisihkan untuk hal2 semacam itu pak…
jika di andaikan ada seorang anak, dia memiliki uang, hidupnya lebih , memiliki potensi, disekelilingnya terbuka kesempatan untuk menambah pengetahuan,
tetapi dia tidak menggunakan semua itu dengan baik, tidak memanfaatkan apa yg ia miliki, kemudian ia justru menyia-nyiakan waktunya untuk bermain game, atau bertaruh untuk game online, sepanjang waktunya tidak ia gunakan untuk membanggakan orang tuanya, itu adalah pilihan yang salah..
atau.. ia justru menghabiskan uangnya buat nonton di bioskop, dia membayar 20rb dia mampu.. tetapi sewaktu ada tugas.. dia tidak mengerjakannya, dia bilang tidak cukup uang untuk ini dan itu..
miris sekali sekarang yah pak..
benar. . . rela berkorban demi masa depan! tapi kira2 juga, tergantung kemampuan! jangan memaksakan diri jika memang tidak sesuai dengan kekuatan, tapi jika memang wajib, ya cari jalan lain yang sesuai dengan keadaan!! OK. . .
good idea,,,, kita mesti cerdik dan menggunakan akal.. otak saja gak cukup..
ide?? itu bukan ide kira, itu kesadaran manusia sendiri!
di bagian otak manusia terdapat bagian penalaran yg kamu bilang ‘cerdik/akal’! yang mana di dunia psikolog di sebut Logika!