Lompat ke isi

Derita Tikus di Malam Natal

26/12/2009

www.becomingdomestic.co.uk

Tak dinyana, hewan ini telah menjadi bagian dari rumah tangga :D
Koq bisa ? Ya bisa .. anda dapat memperhatikan sekeliling rumah, terutama di bagian atas plafon (jika ada yang dibolongin sedemikian rupa), atau pula di belakang lemari di dapur yang banyak berserakan bekas tulang serta cangkang telur  :mrgreen:   Hal itu menunjukkan indikator keberadaan dan eksistensi dari hewan pengerat ini.
Secara alamiah dari kebiasaannya yang mengerat, tikus beradaptasi untuk memakan makanan yang juga dikonsumsi manusia.

Berkali-kali istri saya mencoba membengarus keberadaan mahluk kecil ini yang ditakuti menjadi wabah dan berendemik di dalam rumah kami.

Hingga malam tadi, di kala kecapaian menghidangkan makanan-makanan. Seperti biasanya jika di pagi-pagi buta, akan tampak bekas-bekar enam jari dari kaki belakang mahluk di atas :D … bergidik ngeri tentu saja karena salah satu kerabat saya pernah meninggal dunia akibat dampak hewan ini :sad:

Sejak malam tiba akibat kelelahan, istri saya menaruh palu batu di atas tudung makanan kami. Sementara saya sudah mencoba menggeser-geser tudung tersebut tetap saja ada kemungkinan “Tikus” dapat menggeser dan meraih makanan yang disimpan dalam tudung. Lalu sebelum pintu dapur ditutup, istri saya kemudian menaruh cobek batu tepat di atas tudung sehingga tudungnya menjadi lebih berat.
Saya sendiri masih berpikir, ah si tikus masih bisa berhasil menggeser tudung dan menggasak seluruh isinya.
Pagi hari ini, isi dalam tudung aman-aman saja. Namun yang menjadi sasaran adalah sesisir pisang yang terletak di atas kulkas tidak jauh jaraknya dari tudung. Pisang-pisang segar tersebut yang tengah menguning ranum, hancur lebur digasak tikus-tikus kelaparan ini.

Segera saja analisa seadanya terjalin dalam diskusi menarik sebelum berangkat ke kamar mandi.

“Wow, mengapa pisang yang disikat ?
“Karena tikus-tikus kita ini tidak diberi kesempatan menikmati sajian natal, pa. Ya sudah daripada lebay dan susah payah kita turun (ujar si ibu mencoba menyelami pikiran tikus-tikus) kita sikat saja buah pisang yang ada. Yang penting tidak kelaparan !”
“Padahal kan mereka bagian dari anggota rumah tangga kita mah, wajar saja jika mereka ingin mencicipi ala kadarnya (ya kemudian manusia yang punya rumah tidak mau mencicipi makanan lagi karena sudah terkontaminasi j***k-nya tikus). Tikus ini pun mau merayakan natal bersama, sudah semestinya sebagai bagian anggota keluarga juga turut merayakannya :lol:
“Hah, kasian tikus ini, sudah berkali-kali diracun, ternyata mereka sudah lihay, tidak mempan, sudah tau politik dan siasat supaya tidak kena jebak racun biru !” :lol:
“Ya betul, kata tikus, aku sudah bersusah payah menawar racun yang kauberi eh ternyata makanan pun tidak kausaji, terpaksa kusikat pisang yang ada di atas lemari” :D
“Betul betul betul, tikusnya sekarang sudah dashyat, racun saja lewat, bodinya kuat, makanya mencari yang hebat-hebat” :lol:
“Tikus kita memang dashyat, lebih dashyat dari Tung Desem Waringin Sungsang, luar biasa karena sering mendengar dan membaca kaset motivasi diri :mrgreen: makanya mereka punya semangat membara untuk hidup. Walaupun cuma makan pisang sekerat, dijamin masih bisa bertahan hingga malam ini untuk menunggu kelalaian sang pemilik rumah yang lalu akan mengembat makanan enak dalam tudung saji di bawah” :D
“Biasanya kalo sudah beroperasi malam, pagi hari tikus-tikusnya tidur alias melandau. Sambil menahan lapar karena cuma disisip pisang “
“Semoga saja tidak mencret tikusnya, karena pisang yang mereka sikat !” kan lucu kalo ketemu t** tikus mencret-mencret di dinding” :lol:

Itulah derita tikus di malam natal, yang hanya bisa menyikat sesikat pisang semata tanpa bisa membawa ayam goreng atau gorengan perkedel dalam tudung :mrgreen: :shock:

2 Komentar leave one →
  1. 27/12/2009 12:49

    Terutama ketakutan Bangsa Indonesia yang harus membayar hutang sebesar Rp 116 trilyun pada tahun 2010 mendatang :shock:
    :sad: banyak buanget !

    • 29/12/2009 12:52

      coba saja pejabat negara tidak korup dan punya hati nurani untuk rakyat, tentu indonesia bisa maju dan bersaing di kancah internasional (ditambah dukungan dari negara yang diberi cuma-cuma agar rakyatnya antusias juga ) . jika negara kita bersih dari koruptor , rakyat pun bebas berkreasi sehingga tidak perlu merasa dibebani akan hutang-hutang-hutang yang tak kunjung ada habisnya haha :lol:

      saya tidak berkompeten mengaitkannya dengan gejala sosial, karena cerita ini adalah kejadian sebenarnya tentang tikus-tikus yang menderita di dalam rumah saya :D

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 168 pengikut lainnya.