Lompat ke isi

Fatwa Ditha

14/04/2010

Pada saat belajar khusus Fisika tadi malam, kondisi cuaca sungguh tidak bersahabat yaitu hujan disertai angin kencang. Namun patut saya acungi jempol semangat dari enam pelajar muda ini, Yessi, Ade, Sania Tiara (Ditha), Danar Ariangga, Dody Adhi Nugroho, dan Hariza Wicaksono.
Dengan langkah pasti dan honda beat, suzuki, dan ninja yang dinaiki keenamnya tiba dan mengikuti latihan khusus walaupun harus berbasah kuyup.

Semangat mereka itu pula yang membawa hujan semakin deras dan semakin kencang apalagi setelah pelajaran dihentikan mengingat ada jeda waktu antara rintik hujan dengan butiran bulat hujan yang menjadi bibit hujan lebat sehingga suara derau air mengecil. Tak dinyana, ternyata itu hanya pancingan hujan semata karena setelah itu semakin banyaklah butiran hujan menghujam bumi ditingkahi derau angin yang menderu-deru menggerakkan awan untuk menjatuhkan tapis airnya ke mayapada.
Apalagi di kala menunggu hujan, Dody bercerita kalo ia pernah kesetrum body kendaraan bermotor akibat pengaruh listrik statis … (bukankah itu ide riset untuk kelistrikan sebagaimana tugas quest anda?) …
Lalu Danar bertanya pula, mengapa hujan tidak jatuh seperti aliran air saja bukan sebagai butiran air sebagaimana yang kita lihat sehari-hari ?

Ada-ada saja pertanyaan ini dikala menunggu hujan :D

Karena semakin lama semakin tak menentu, teringatlah Ditha akan petuah orang bahwa untuk menghentikan hujan dengan menggambarkan matahari di tanah, namun karena rumah saya ini semua lantainya sebagian besar semen terpaksa Ditha menggambarkan matahari tersebut di kertas.
Ternyata kertas tak kuat menahan gempuran angin dan mula-mula ditekan dengan pulpen Ade :lol: … usaha Ditha itu kami tertawakan semula, lucu sekali. Hingga Ditha tidak kehabisan akal ditahannya kertas bergambar matahari meler tersebut dengan kunci kontaknya :D
tidak beberapa lama kemudian, mungkin ada sekitar 10 menit – tiba-tiba “ajaib sekali” hujan mereda dan rintiknya pun berkurang :shock:
benarkah ini petuah orang tua atau mitos semata …
tapi kenyataannya memang demikian, dengan fatwa Ditha tadi hujan berhenti tepat sebelum 19.30 atau sekitar 19.15 wib .. kemudian berenam anak setia ini pulang berbalap-balapan melewati kubangan air di sekitar jalan rumah saya :lol: … tapi syukurlah fatwa Ditha menyelamatkan waktu mereka daripada berlama-lama di garasi saya :D

Sementara hujan kembali menunjukkan aktivitasnya dengan lebat dan kencang pada pukul 20.00 hingga pukul 04.00 pagi.

Ternyata petuah orang tua membuahkan keyakinan dan kepercayaan akan kesabaran bahwa Hujan pasti berhenti !

No comments yet

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 167 pengikut lainnya.