Padam Juni 2010
Semenjak kegiatan pemeliharaan tiang-tiang distribusi listrik di sekitar kota, pemadaman listrik telah berlangsung lebih kurang dua minggu berturut-turut dan akan terus dipadamkan secara bergiliran hingga akhir Juni 2010.
Hal ini menyebabkan banyak pekerjaan yang harus tertunda setiap selang dua hari, karena pemadaman hanya dilakukan siang hari. Sementara aktivitas utama dilaksanakan pada siang hari tersebut, termasuk menyelesaikan pencetakan nilai.
Wah, terpaksa rescheduling pun harus dilakukan oleh setiap pekerja siang, kecuali pekerja malam tanpa lampu pun tetap bisa bertugas dengan sebaik-baiknya
Ternyata itu masih mimpi saja, sebab bagaimana bisa cukup jika tiang-tiang beton di jalanan saja sudah miring-miring dan mau ambruk, kabel-kabel distribusi pun ada yang sudah menjuntai kehilangan momentum untuk tetap terentang sempurna, karena keringkihan sambungan kaki-kaki penahan yang dimakan perubahan fisis akibat panas, hujan, dingin, angin, belum lagi gangguan-gangguan alam yang bisa sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan menyebabkan pemadaman listrik yang bisa sehari semalam.
Namun patut kita syukuri pemadaman ini, bagi sebagian orang malah menurunkan biaya pakai listrik sehingga bulan-bulan mendatang aktivitas rekening listrik tidak melonjak melainkan menurun bayarnya.
Semula kami membayar listrik mencapai 280 ribu tiap bulannya, untuk bulan ini dan (mudah-mudahan seterusnya) cukup dengan 150 rebu saja
… ya tentu saja biaya itu masih mahal dibandingkan dengan yang hanya membayar biaya beban sebesar Rp 39 ribu per bulan
Karena itu waspadalah dan tabahlah jika kediaman anda mengalami pemadaman yang tidak semestinya karena itu merupakan kehendak yang punya kuasa (PLN tentunya)

















bgaimana halnya dgn manusianya ..kalau yg dipelihara hanya tiang nya sj smentara listriknya mati..
setujuuu pa
)