Lompat ke isi

Cerita Fantasi

28/08/2010

Di mayapada tercinta, tersebutlah sebuah padepokan di bilangan pinggiran kota praja. Padepokan ini dihuni cukup banyak cantrik baik yang jejaka maupun dara. Banyak pula guru-guru dari pribumi dan manca negeri yang mengabdikan dirinya untuk memajukan padepokan ini. Terlebih-lebih dengan pelbagai ilmu mulai dari olah kanuragan, olah rasa, olah hati, olah pikir, olah cita, hingga olah kebatinan pun cukup banyak diajarkan dan diamalkan.

Dalam bagian kecil padepokan ini, tersebutlah tiga tingkatan siswa, yaitu tingkatan muda, madya, dan nindya. Angkatan Nindya diharapkan dapat meneruskan pengamalan akan ajaran olah-olahan tadi ke perguruan yang lebih tinggi lagi. Siswa tingkatan madya dipersiapkan untuk menerima daya olah beberapa ilmu tersebut agar dapat diserap saripatinya melalui perasan dan dilakoni sebagai laku-tapa-karsa-karya yang bersinergi dan berkesinambungan. Siswa angkatan muda diperkenalkan dengan amalan-amalan dasar akan pengetahuan-pengetahuan, kesastraan, tata hitung, tata kelola, tata susila, hingga tata tertib sehingga tata tentram kertaraharja hendaknya.


Tersuratlah kisah pada rombongan siswa madya, yang pada tingkatan ini terutama mempelajari fenomena alam mayapada jagat nirwana. Di mana rombongan itu diajarkan oleh beberapa pengetahuan tata hitung, tata rekayasa, tata olah cita, olah raga, olah karsa. Salah satunya pengetahuan yang menarik untuk diperbincangkan adalah tata rekayasa. Pengetahuan merekayasa pelbagai kejadian di bawa kolong langit ini. Melalui telisik dan pengamatan terhadap gerak, kejadian, peristiwa, makna, seluruh benda dan rupa nyata. Baik yang berukuran gigantik hingga renik. Penelisikan kejadian dan peristiwa alam tersebut bisa dilihat dari jauh hingga dekat. Yang selanjutnya diikuti olah cita dan olah pikir yang dilambari karsa daya cipta tingkat tinggi. Pengetahuan mula-mula yang diamalkan adalah menciptakan rasa daya cipta dan kekarsaan melalui laku-tapa mengimajinasikan hakikat kemanusiaan dan kehidupan yang ditumbuhkan berantai.

Drama padepokan ini berkisar antara seorang guru wiyata yang mengajarkan amalan rekayasa kepada sejumlah murid tingkatan madya. Rombongan madya ini cukup banyak sehingga dikenal dengan jejuluk mamoru iaichi, sparta clasida, gak gaool, dan gryfindoor. Keempat aliran ini diajarkan dengan tata rekayasa yang berbeda-beda, kadang kala ada pula akar kesamaan gerak tata lakunya, ada saatnya diajarkan dan diamalkan tidak serupa satu sama lain. Amalan rekayasa ini dimulai dari mengamati berbagai macam gerak yang kemudian ditiru dan diamalkan ke dalam tata kesusastraan berhitung tingkat tinggi menggunakan huruf-huruf purbakala dan kosakata mancanegara. Tata rekayasa ini kemudian berubah menjadi ragam tata pewartaan dan tata kecakapan  seiring dengan kekhasan setiap aliran tersebut. Rekayasa berikutnya membenamkan kelenturan dan keluwesan melalui  benda yang berhubungan dengan pergerakannya dalam kehidupan alamiah, disusul dengan amalan pelepasan dan penyerapan tenaga yang diakarkan dari kedudukan, kegerakan benda, serta perpaduan kedua sifat alami akar tenaga. Amalan berikut mengenai ragam benturan dan akibat benturan yang mengarah pada pendalaman faham gerak melingkar disertai tenaga gerak yang menyertainya. Yang nantinya semua gerak dan akibat ini berfalsafah pada kekokohan dan ketegaran sebuah benda dalam menghadapi kegetiran atau gangguan dari luar dirinya. Percakapan antar ilmu dalam tata rekayasa ini menciptakan sebuah ragam bahasa dan gaya tulisan mengenai tingkat pemahaman atas kesediaan mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu dasar berdasarkan wiyata alami.

Pengamatan mengenai percikan gemercik air yang lemah gemulai dapat menciptakan suatu tenaga dashyat dalam kelembutannya. Sebagai pengalaman ilmu tata perkelahian tiongkok kuno Tai Chi (aliran Tenaga Alam) yang diragamkan dan dipercakapkan ke dalam penguasaan dari penelisikan perlakuan-perlakuan terhadap zat yang dapat mengalir ini. Penelitian selanjutnya berkisar pada pengolahan tenaga dalam dari sumber inti di dalam butiran-butiran nutfah dalam jasad renik yang dinamakan kaum pemikir Helenik dengan sebutan atomos. Ya, tenaga inti dimulai dari butiran nutfah yang sangat kecil tak terkirakan yang mampu memuntahkan tenaga maha dashyat dan luar biasa di luar nalar insan. Yang kemudian terbelengu dalam zat plasmatik dan bisa dialirkan dalam rongga-rongga mekanis yang kemudian digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin yang belum pernah dibangun di jagat nusantara ini.

Semua ragam gerak dan aliran pada hakikatnya adalah satu wadah tapi diejawantahkan menjadi beragam macam penampakan dan kenyataan. Sesungguhnya hanya satu inti pusaran tawaf itu yaitu hanya kepada DIA yang MAHA KUASA-lah kita sandarkan semua jiwa rasa karsa raga untuk memahami dan mematuhi seluruh kehendak-NYA yang terujud dalam kehidupan yang kita temui di sekitar kita sehari-hari. Buka seluruh titik darah dalam seluruh tubuh kita dan membuka pori-pori atma kita sebagai awalan kembara pikiran di dunia maya dan tak bertepi ini.

Selamat mencerna pengetahuan dasar ini sebagai sebuah fantasi yang membuat kita sekalian tetap terbelenggu di dalamnya dan jangan sampai terlena hingga terlelap karena jiwa kita fana semata.

15 Komentar leave one →
  1. 30/08/2010 21:03

    bapa punya saya sudah pny cerita tp ga terlau sebagus itu pak…

  2. yunitasa permalink
    30/08/2010 03:31

    weeehhhh….
    membaca tulisan ini membuat saya berimajinasi kalau sekolah kita kayak sekolah penyihir di Harry Potter. hehehe…. kayaknya seru kalau terjadi. yang nama kelas terakhir itu XI IA 4 ya?… keren namanya…

    saya suka cerita yang mengandung fantasi seperti ini pak, apa lagi cerita ini di angkat dari kehidupan sehari-hari, yaitu kehidupan anak-anak IA SMAN-2.
    seeeppp dah pak….

    ^^

    • 30/08/2010 05:50

      Makanya yunita perlu jg membuat cerita fantasi yang diinginkan

  3. 29/08/2010 21:17

    Luar Biasa pak :)
    Kata-katanya sangat membangun dan menginspirasi orang lain :)

    Thank U Ervi for your appreciation :D

  4. aljoez permalink
    29/08/2010 18:30

    Ingin lebih luas wawasan anda? akan sangat berguna apabila anda memiliki encyclopedia sendiri. Dapatkan paket-paket encyclopedia yang bermutu dari kami

    http://kisahjiwa.files.wordpress.com/2009/12/kartu-nama-mama-2.jpg

    • 29/08/2010 18:49

      Terima Kasih bu atas kartu namanya :D … mudahan lain waktu kita bisa bekerja sama

  5. 29/08/2010 11:46

    wahhh…
    mantap pak keren…

    • 29/08/2010 12:23

      ayo Syaldie tuliskan perasaan dan pengalamanmu dalam blog supaya dapat saya gabungkan ke dalam agregat fisikarudy

  6. 29/08/2010 10:36

    keren,,…

  7. 29/08/2010 09:58

    wah pak saya suka kata-katanya, penuh makna banget deh.ternyata bapak jago juga nih… I like it Sir…

  8. wennypupita permalink
    29/08/2010 07:49

    Waw..Setiap Kata-katanya mempunyai makna trsendiri..Keren pak.. :D
    Yang bpk nulisnya msih mlas dpkir aja kata-katanya udh keren apalagi yg ditulis bener2 pzt tmbah keren lg :)

  9. 28/08/2010 20:14

    Waww . .
    Bahasanya sungguh memikat

  10. 28/08/2010 17:34

    seperti ini.. kata-katanya keren pak :)

    • 28/08/2010 17:37

      itu masih malas dipikir shen, nulisnya juga sembarangan

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 167 pengikut lainnya.