Lompat ke isi

Antri eh Sakit Hati !

14/09/2010

Tadi siang adalah kesempatan selanjutnya menikmati hari terakhir cuti bersama sebelum menjalankan aktivitas perkantoran. Salah satu tujuan perjalanan siang adalah mengajak anak bersuka hati dengan berbelanja ke salah satu toserba terkenal di kota ini. Sejak awal menginjakkan kaki di toserba yang terletak agak di pojok kota dekat dengan daerah ponton ini membuat hati dan nyali saya agak mengkerut karena melihat antrian parkir dan antrian yang membayar belanjaan cukup panjang serta kurang terorganisir dengan rapi.
Apa hendak dikata, mobil sudah diparkir mesra dan kaki sudah terlanjur keluar melangkah masuk menuju ruang belanja apalagi niat semula adalah membahagiakan hati putri tercinta yang “gila ke toserba” untuk membeli apa aja :lol: untunglah kami kedua orang tuanya selalu diberi “bekal” oleh Yang Maha Kuasa untuk dimampukan membayar belanjaan-belanjaannya tersebut :mrgreen:

Padahal yang dicari hanya beberapa item lebih kurang 10 barang lah, itu minus coklat, minus silrverqueen,minus es krim, minus kue kalengan, yang selalu harus hadir adalah beras, mie instan, shampoo dan sabun :lol:
Dalam hati saya sudah tidak enak hati melihat deret barisan pembeli yang dengan rapi berjejer menunggu giliran di depan “teller” untuk menyerahkan isi dompetnya demi mendapatkan barang-barang yang sudah “terlanjur” diambil dan diingininya :lol: … saya pun melihat istri saya sudah berada dalam barisan tersebut.
Kemudian seperti biasa saya menunggu di depan pintu untuk menyambut kresekan yang berisi bahan belanjaan tidak kurang dalam waktu 10 menit. Ternyata setelah 15 menit tidak juga istri saya beranjak dari depan kasir melainkan beberapa wajah asing yang tidak saya kenal dan saya lihat sebelumnya berantrian di urutan belakang istri saya :mad:
Malah orang-orang itu yang keluar duluan, usut diusut dan hingga dilidik punya selidik eh ketahuan bahwa kasirnya melayani dengan muka masam mana sendirian, yang semestinya belum dapat giliran kerja eh sudah disuguhi nafsu penyerobotan dari kaum pembelanja yang umumnya tidak sabaran ibarat hendak menerima zakat dengan berdesak-desakan dan duluan mau kabur !
yah, begitulah rupanya pelayanan di toserba ini ! sudah tidak ada supervisor, tidak ramah, padahal item-item belanjaan yang dibeli oleh istri saya itu jumlahnya berkali lipat jauh di atas daripada belanjaan yang dibeli oleh wajah-wajah penyerobot giliran :evil:
Jangankan antrian bayar dan mengosongkan isi dompet, antrian mengisi bensin di SPBU pun harus berebut dan saling menyerobot lho ! kalo sudah sangat siang … sehingga mengharuskan saya untuk merencanakan pengisian SPBU yang benar-benar “jelas” aturan antrinya ! :sad:
Nah, saya masih menahan diri dan istri saya pun tampaknya “pasrah” dengan keadaan tersebut, tapi tapian memang demikianlah kultur di masyarakat kita yang tidak mengindahkan keteraturan dan ewuh pakewuh bergiliran antrian … sehingga tidak jarang kita membaca mendengar melihat betapa banyak korban yang “tergilas” antrian membludak dan tidak terkendali akibat nafsu serobot-menyerobot ini :sad:
Jangan-jangan karena sebagian besar penduduk Indonesia berdasar dari kalangan akar rumput (terutama yang baru ada dan banyak berkembang di daerah ini) sudah membudayakan semangat “Semau gue” eweh ikaw eweh aku ikh sedemikian dalam sehingga melahirkan kezaliman-kezaliman serobotan dalam antrian tanpa mengindahkan aturan dan ketaatan :sad:
Tugas kita semua mengajarkan masyarakat ini untuk beraturan ! Tidak hanya sosiolog, pemuka agama, tokoh masyarakat, tapi juga direalisasikan dalam kehidupan persekolahan, dalam kelas, dalam tatap muka, dan juga dalam bersosialisasi dengan sesama.
Jangan buat semangat Fitrah tercoreng karena ego untuk segera dilayani dan permisi tanpa harus mengantri.
Ujung-ujungnya harus diselesaikan secara “manual” :lol:

4 Komentar leave one →
  1. 09/09/2011 15:10

    pling gak ska saya sperti itu,ngapain ikut2 mngantri pnjang,mding cri tmpat lain aja,huhh sngat mlelahkan>.<

  2. 09/09/2011 14:54

    Mengantri dan menunggu adalah dua hal yang sangat saya tidak suka pak. Apalagi kalo udah cape-cape ngantri eh malah diserobot orang..huft :(

  3. 15/09/2010 09:39

    iya pak,
    saya yang cuma beli baterai dua biji saja diserobot,
    haha

  4. wennypupita permalink
    14/09/2010 07:19

    Hmm…Betul itu pak sekarang ini orang2 pada seenaknya sendiri.Seharusnya kita kan budayakan mengantri tapi tetep aja masih banyak yg menyerobot antrian orang lain.Mereka hanya memikirkan kepentingannya sendiri.Hmm..Apalagi seperti kami yg masih d’anggap anak kecil sudah pasti sangat mudah antriannya diserobot oleh orang yg lebih tua dri kami :( .Yah,apa mau dikata kita hanya bisa menahan diri n berpikir dgn kepala dingin.Dan jgn sampai kita melukai orang lain.Mungkin kita bisa memberikan kpda sang penyerobot antri dgn sebuah teguran.:)

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 168 pengikut lainnya.