8 & 9-10-2010
Seusai menutup laptop yang baru saja mengirimkan foto casting beberapa anggota Mamoru (mudah-mudahan dapat ditiru dan dikembangkan kelas saya yang lain) untuk merekam atau mengabadikan momen berupa foto berwacana, seperti biasa Penjaga Gawang aka penulis Blog Guru Fisika bersiap-siap melakukan journey ke kampung seberang menggunakan kereta (sebutan boil dalam Bahasa nak Uping Iping) ![]()
Perjalanan ke Negeri Seribu Sungai kali ini sungguh “not good moody” persoalannya karena istri saya mengeluh sakit kepala sepanjang perjalanan apalagi anak-anak lambat sekali keluarnya seusai pulang sekolah, dikasih uang jajan agar tahan dua hari malah habis dalam empat jam lalu suasana mendung pas dah mendukung hati yang kelabu ![]()
Apa boleh bwat, departure pun harus undur hingga pukul 11.00 … nah selama perjalanan bad mood ini suasana kurang menguntungkan dan mengurangi nafsu makan
… untunglah dengan berbekal Silver Queen satu batang masalah mood bisa teratasi dengan sendirinya. 
Kecepatan kereta yang biasa digeber hingga 100 – 120 km/jam terpaksa dibatasi maksimal hanya 95 km/jam karena jalan berlicin dan tengah hujan lebat, yang menyedihkan hujan ini sejak kami berangkat hingga tiba di penginapan SMK-3 Bjm masih lebat bahkan oleh salah seorang oknum pengguna jalan di Negeri Seribu Riam bemper belakang kereta saya sempat “tergetar hebat” sehingga perlu dikerek kembali sepulang kemari
… lagi sial !
Selama menunggu di Edu-Hotel tersebut, ternyata penyakit istri saya semakin menjadi-jadi, pening yang semula sepi-sepi berubah mengharu biru hingga tak tertahankan
Alamak … tak urung jerit tak tertahan hampir memekik terjadi dan memecah suasana penginapan. TAk ayal kebingungan melanda saya dan berharap hujan cepat berhenti agar bisa segera menuju Tabib terdekat ![]()
Kurang lebih tiga jam bertarung dan berpacu dengan waktu menunggu kondisi istri tercinta sambil mempersiapkan ramuan obat yang memang sengaja dibawa hasil renungan bersama tabib keluarga, eh ternyata setelah 3,5 jam berlalu gejala pusing luar biasa itu sirna perlahan. Berkat kesigapan tabib keluarga yang bersedia dihubungi 24 jam oleh keluarga pasien hal itu bisa terlaksana terima kasih kepada Dr. Anto Abel, dokter keluarga kami yang senantiasa memberi bantuan dan konsultasi kesehatan setiap bulan
…
Malam pun kembali berdandan setelah kepusingan tadi hilang, kami segera mencari wadah mengisi kekosongan “kampung tengah” yang sudah kriuk-kriuk kayak kerupuk dan perjalanan kereta diarahkan ke Jalan Ahmad Yani sekitar Sungai Martapura dan target tertuju pada Depot Madezo Itik Panggang khas Alab10.
… pas mantab-nya panas dan hangat serta pengamen yang menyanyi juga suaranya merdu seperti Muchsin Alatas
… sepi pengunjung dan tidak terlalu ramai membawa kenikmatan tersendiri saat menguncang isi ayam bakar ke dalam perut
Sepulang ke Edu-Hotel kami mampir dahulu di Anna Mart Jl. H. Basry mencoba keberadaan mart yang sering dikunjungi banyak orang dan ternyata biasa-biasa saja
… cuma gaya pelayanannya hampir mirip seperti di Market besar ![]()
Ending malam ini selesai dengan cerita nostalgia saat kita masih berpacaran
Ngeyel
sambil menunggu apa kejadian esok hari pas kuliah baru.
Hari Sabtu, 9 oktober yang ditunggu pun muncul, para mahasiswa bersiap di rumahnya masing-masing untuk menuju kampus. Demikian pula dengan kami, setelah disuguhi ketupat Kandangan yang lauknya dimasak lewat cara pengasapan (Smoky Fish yang sebenarnya rasanya masih terasa amis buanget
) dan bertemu dengan siswa (Cindy dan Nova) yang pernah saya ajar sekarang tengah mengambil pascasarjana di Fakultas Hukum yang bahkan memberi julukan saya SYAIFUL JAMIL
… pukul 7.00 WIB aka 8.00 WITA kami sudah berada di lingkungan Univ. Tertua di Kalimantan ini. Suasana kelas masih sepi hanya diisi sekitar 30-an orang lebih kurang .. karena sambil menunggu perkuliahan mengenai Statistik Induktif, karena biasanya Profesor Tarto yang mengajar kami memulai kuliah pukul 8.00 WIB makanya masih lengang. Eh tak berapa lama 20 menitan setelah itu, yang biasa bisa diduga, ternyata Profesor sudah duduk di depan meja sambil membuka pustaka, saya sih gelagapan karena masih mengurus surat-menyurat dengan pihak tata usaha program studi sambil mengambil pustaka pendukung berbahasa asing untuk menyelesaikan tugas minggu depan.
Tampaknya Pak Prof juga in not good mood, terlihat dari profil wajahnya tidak seperti biasa yang semangat dan antusias, apakah karena mahasiswanya sedikit kah ? ya, berhubung semalamnya hujan lebat rupanya separo kelas tidak hadir atau belum hadir karena kuliahnya kepagian
sebab sampai kuliah berakhir pukul 14.30 WIB yang datang hanya sekitar 68-an orang (lumayan).
Tapi not good mood itu tidak begitu lama, karena kemudian persoalan demi persoalan yang diberikan Sang Profesor yang wajahnya mirip Dirut PLN, Dahlan Iskan ini memaparkan pelajaran uji proporsi, uji perbedaan hingga menentukan sampel bebas menggugah semangat belajar ~ cuma yang memprihatinkan sebagian besar rekan-rekan mahasiswa tidak terbiasa memainkan angka-angka asumtif sebagaimana percobaan fisika beserta analisisnya sehingga agak terbata-bata kejat-kejut selama perkuliahan gaya ini.
Kalo saya pribadi benar-benar sangat menikmati mengutak-atik angka dan memainkan kalkulator sains berkali-kali termasuk memaparkan kesimpulan soal hasil pengujian. Indahnya statistik dan angka-angka termaktub dalam kuliah ini. Tapi … ini pun masih dalam toleran kesalahan terhadap simpulan-simpulan kasus per kasus yang diamini secara statistika … Cocok bagi anda yang ingin menggeluti dunia kampanye menjadi tim sukses pilkada, menangani survey masyarakat atau bahkan ingin menjadi peneliti murni seperti Prof. Raihani yang sekarang tengah bergelut di lingkungan kita

Yang luar biasa tanggal 9 oktober ini adalah menunggu jeda waktu antar mata kuliah dari pukul 9 WIB hingga pukul 12.30 WIB tanpa ada kegiatan selain tidur-tiduran dan makan di kantin. Mana murah-murah, jus alpukat saja segelas cuma 3 ribu, makan ayam goreng kalasan lengkap plus sambal-sambal hanya 8 ribu
… lemes kekenyangan dah ![]()
Tepat pukul 15.25 WITA pelajaran hari itu dituntaskan dengan target menguasai kitab Statistik Inferensial ![]()
Agenda dan kenangan asam-asam pahit manis di 9 oktober 2010. Kebetulan minggu depan 18 oktober
2010 adalah ulang tahun pernikahan saya yang ke-13. Nah, kami sempat berdiskusi sambil menikmati perjalanan luar kota sembari menambah ilmu pengetahuan dan gelar dengan menyajikan rujak party sesama mangga
… eh apa daya harga mangga masih mahal dan mangga-mangga yang dijual di Anjir Pasar dan sekitarnya masih mentah … mudah-mudahan seminggu lagi sudah masak ya Cil ![]()
Cuma yang diprihatinkan adalah sms mertua yang meminta diambilkan sesuatu tapi lokasinya itu yang kurang afdol … pas di depan wc katanya
… saya pikir untuk apa membawa barang “begituan” setelah berkutat dengan pertanyaan aneh itu jawaban dari Kakak kami pun semakin aneh, karena lembaran bekas yang saya bawa dan boleh dikatakan tidak layak tampil itu dipakai untuk membuat meja penjualan buku berisi lagu-lagu ciptaan sang Mertua
halah !
Pak Pak ,.. masa pake yang bekas untuk mencari sensasi … sepertinya orang tua ini memang sensi karena merasa tidak diperhatikan anak dan menantunya
… Ini bukan contoh baik ya para mertua dan orang tua, ataukah memang para anak dan menantu ini yang less educated


























Selamat malam, salam kenal Pak Rudy. Wah…….hebat blognya, sangat banyak tulisan yang bermanfaat. Aku baru belajar ngeblog, itupun otodidak cari-cari tutorial di mbah Google…he he. Boleh kan, blognya di link …? Ternyata teknologi IT, membuka dunia semakin lebar…aku semakin tertarik, jadi guru Fisika harus Ok..!, Thank you Very much….
iya Bu, Salam kenal … semoga perkenalan ini bisa membuka cakrawala pengetahuan