Lompat ke isi

Elastisitas

22/09/2011

http://www.sciencephoto.com/image/229788/530wm/H4600392-Elasticity_experiment-SPL.jpgElastisitas adalah sifat benda yang setelah diberi gaya dan kemudian gaya dihilangkan tetap dapat kembali ke bentuk semula.
Apabila batas elastisitas tercapai dalam konstanta Young atau Modulus Young, maka benda akan mencapai batas deformasi yang berarti tidak dapat kembali ke bentuk semula (disebut plastis).

Elastisitas benda kemudian dinyatakan dalam tegangan, regangan, dan menjadi dasar fenomena benda yang disebut pegas sebagaimana Hukum Hooke
http://shop.pitsco.com/sharedimages/content/ExtraLarge/XL_SlingCar.jpg

Penggambaran elastisitas sebagai sifat yang dimiliki benda merupakan faktor penentu terjadinya gerak periodik atau gerak harmonik. Gerak Harmonik tersebut dimanifestasikan melalui benda yang dinamakan pegas. Sinergitas antara elastisitas dan gerak harmonik pegas dijadikan shock absorber atau peredam kejut.

Di samping itu, sifat elastisitas benda seperti karet gelang atau ketapel dapat difungsikan sebagai penggerak mekanik untuk mengirimkan proyektil sebagaimana trebuchet (senjata kuno pelempar batu). Energi potensial elastisitas dipengaruhi dengan kemampuan yang tersimpan dalam sifat benda dimaksud.
Sebagai percobaan virtual tanpa takut pegasnya rusak, silakan klik untuk memainkan simulasi fisika buatan Universitas Colorado yang disebut Phet Simulation berikut ini :

Masses & Springs

Mainkan

Pada simulasi tersedia tiga buah pegas yang pada pegas ketiga dapat diatur kekuatan pegas mulai dari soft hingga hard (yang hanya berlaku untuk pegas ke-3). Telah disediakan beban sebesar sebuah beban 50 gram, 2 buah 100 gram, sebuah 250 gram, serta tiga buah beban lain yang berwarna hijau, merah, dan kuning.

Langkah-langkah percobaan :

A. Menentukan konstanta pegas :

  1. Gantungkan setiap beban dan ukurlah pertambahan panjang setiap pegas mulai dari pegas pertama hingga pegas ketiga.
  2. Gunakan beban 50 gram sampai 250 gram.
  3. Catat pertambahan panjang masing-masing pegas untuk setiap beban.
  4. Tentukan nilai konstanta pegas masing-masing.
  5. Buat kesimpulan hasil percobaan anda.

B. Menentukan nilai beban berwarna :

  1. Gantungkan beban berwarna untuk setiap pegas dan catat pertambahan panjang pegas.
  2. Gunakan data konstanta pegas yang diperoleh dari percobaan  A untuk menentukan masing-masing besar beban berwarna hijau, kuning, dan merah.
  3. Buat kesimpulan hasil percobaan anda.

Sebagai variasi data, ubahlah kekuatan pegas ketiga (pegas paling kanan) menggunakan tombol soft (lunak) hingga hard  (kekar).

Percobaan virtual A dan B ini diberikan untuk kelas XI IA-4, XI IA-2, dan XI IA-3. Harap disalin ke dalam buku catatan masing-masing untuk dipresentasikan pekan mendatang. (Minggu ke-4 September 2011 atau akhir bulan September 2011).

4 Komentar leave one →
  1. 22/11/2011 10:51

    elastisitas ni ada hub sma hukum hooke ga?

    • 23/11/2011 14:39

      elastisitas lebih membahas tentang sifat benda yang dapat kembali ke bentuk semula, sementara Hukum Hooke menjelaskan tentang konstanta pegas yang sebanding dengan massa benda dan berbanding terbalik dengan simpangan pegas

  2. 27/09/2011 19:19

    pak, kalo yang pake gravitasi di Jupiter itu gmana cara menghitungnya? Kan udah kelewat bates tu pak, bisa menghilang lagi .. haha

    • 29/09/2011 12:53

      pakai beban yang kecil saja jangan menggunakan yang besar

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 167 pengikut lainnya.